Thursday, 26 May 2016

Karya seni mengagumkan terbuat dari ban bekas.


Berkarya bisa dilakukan oleh siapa saja dan dengan media apa saja, termasuk dengan memanfaatkan barang bekas. Seorang seniman Yong Ho Ji dari Korea utara berhasil membuat karya seni mengagumkan yang terbuat dari ban-ban bekas. Ia mengerjakan karya-karyanya di studio seninya. Dengan fokus dan naluri seni yang tinggi Yong ho ji berhasil membuat karya-karya yang membuat kita tercengang. Lalu seperti apa hasil karya dari Yong ho ji? berikut misterianeh.com merangkumkan untuk anda.


Patung Singa sedang berjalan dan meraum,  walaupun terbuat dari ban bekas namun karya ini sungguh memukau.

Kepala kerbau yang juga terbuat dari ban bekas.

Mahluk apakah ini?.

Mungkin ini kepada domba atau sejenis kambing.

Nampak patung manusia yang sedang berjalan.

Ini sungguh imajinasi yang mengagumkan. Patung yang menggambarkan se ekor serangga atau sejenisnya yang terlihat sedang mendorong bulatan seperti bola.

Mungkin ini kepala naga.

Inilah Yong Ho Ji sosok seniman yang berhasil merubah ban bekas menjadi karya seni yang enak dilihat.

Mungkin ini patung kuda.

Patung se ekor ikan hiu yang terlihar sangat ganas membuka mulutnya siap menerkam mangsanya.

Masih tema yang sama seperti foto diatas, se ekor ikan hiu atau sejenisnya.

Kepala domba. Terlihat jelas detail motif bannya.

Mungkin ini juga se ekor singa.

Kepala domba. Ini sepertinya cocok dijadikan pajangan diruang tamu rumah kita.

Inilah penampakan ban-ban mobil bekas yang dimanfaatkan Yong untuk dijadikan karya seni.

Se ekor macan yang berdiri diatas ban yang tertanam di pasir.

Ban mobil bekas yang di ubah dan di ukir sedemikian rupa menjadikan nampak indah. otosia

Tuesday, 24 May 2016

Misteri Keganasan dan kutukan Keris Mpu Gandring


Nusantara memiliki banyak kisah yang tak pernah ada habisnya untuk dibahas. Terlebih lagi bila kita membicarakan sejarah, kerajaan dan budaya masa lampau. Salah satunya adalah kisah keris Mpu Gandring, apakah anda pernah membaca atau mengetahui kisahnya? Keris ini dikutuk oleh sang pembuatnya Mpu Gandring, akan membawa malapetaka dan memakan banyak korban. Keris pencabut maut ini dikisahkan dalam kitab Pararaton atau Katuturanira Ken Anrok (gubahan tahun 1478 dan 1486 tanpa disebutkan penggubahnya). Di luar mitos soal magis keris Mpu Gandring, kisah ini menggambarkan suksesi berdarah yang mengiringi perjalanan kerajaan Singasari, yang didirikan Ken Arok. Nah penasaran siapa saja yang menjadi korban dari keris Mpu Gandring? berikut misterianeh.com akan mengulas para korban kutukan keris Mpu Gandring.

1. Mpu Gandring
Ken Arok terpesona oleh Ken Dedes, istri Tunggul Ametung. Menurut pendeta Lohgawe, siapa yang berhasil memperistri Ken Dedes akan menjadi raja besar dikemudian hari. Mendengar kisah itu Ken Arok pun berhasrad membunuh Tunggul Ametung. Singkat cerita ayah angkatnya, Bango Samparan, menyarankan agar Ken Arok memesan keris kepada kawan karibnya Mpu Gandring, pembuat keris yang ampuh di Lulumbang (Baca: Posisi Pandai Besi dalam Sejarah Nusantara). Maka untuk memuluskan rencananya datanglah Ken Arok menemui Mpu Gandring. Ken Arok meminta kerisnya selesai dalam lima bulan, mendengar permitaan itu Mpu Gandring sulit memenuhi permintaannya dan meminta waktu setahun.
  
Setelah lima bulan, Ken Arok kembali ke Lulumbang dan mendapati Mpu Gandring sedang mengerjakan dan menggurinda keris pesanannya. Ken arok mengharapkan keris itu diserahkan kepadanya karena belum selesai, Mpu Gandring menolak memberikan keris itu. Ken Arok pun merebut keris itu dan menikam Mpu Gandring. Sebelum mati Mpu Gandring mengutuk bahwa Ken Arok dan tujuh turunannya akan mati oleh keris itu. Merasa bersalah, Ken Arok berjanji kalau cita-citanya menjadi raja terwujud, dia akan menunjukkan rasa terimakasihnya kepada keturunan Mpu Gandring.

2. Tunggul Ametung
Korban selanjutnya terjadi di Tumapel, Ken Arok berkawan dengan Kebo Ijo, yang dikasihi Tunggul Ametung. Dengan cerdik, Ken Arok membuat Kebo Ijo tertarik dengan keris berukiran kayu cangkring yang dibawanya. Ken Arok meminjamkannya. Kebo Ijo suka memamerkan keris itu sehingga setiap orang Tumapel tahu Kebo Ijo memiliki keris itu. Pada suatu malam Ken Arok mengambil keris itu tanpa sepengetahuan Kebo Ijo. Ken Arok menikam Tunggul Ametung yang tertidur dan meninggalkan keris itu tertancap di dadanya.

3. Kebo Ijo
Warga Tumapel, yang pernah melihat Kebo Ijo memamerkan keris itu, serta merta menuduhnya sebagai pembunuh Tunggul Ametung. Mereka mengeroyok dan membunuh Kebo Ijo dengan keris itu. Ken Arok bebas dari tuduhan, tetapi tidak terbebas dari kutukan Mpu Gandring. Kebo Randi yang masih kecil menangisi kematian ayahnya, Kebo Ijo. Merasa terharu, Ken Arok menjadikan Kebo Randi sebagai pekatik (abdi). Ken Arok akhirnya berhasil memperistri Ken Dedes. Tidak ada orang Tumapel yang berani menggangu gugat. Bahkan keluarga Tunggul Ametung pun diam, tidak berani berkata apa-apa. Ramalan pendeta Lohgawe terbukti. Ken Arok berhasil mengalahkan Raja Kediri, Dandang gendis alias Kertajaya. Dia mendirikan Kerajaan Singasari pada 1222.

4. Ken Arok
Waktu dinikahi Ken Arok, Ken Dedes sedang hamil tiga bulan, mengandung anak dari Tunggu Ametung. Ketika lahir, anak itu diberi nama Anusapati. Sedangkan Ken Arok dan Ken Dedes memperoleh tiga putra dan satu putri: Mahisa Wunga Teleng, Panji Saprang, Agni Bhaya, dan Dewi Rimbu. Dari pernikahannya dengan Ken Umang, Ken Arok mempunyai tiga putra dan seorang putri: Panji Tohjaya, Panji Sudatu, Tuan Wregola, dan Dewi Rambi. Ken Dedes merahasiakan kematian suaminya, Tunggul Ametung. Namun, ketika Anusapati sudah agak besar, dia menanyakan kepada ibunya, mengapa Sang Amurwabhumi (Ken Arok) memperlakukannya berbeda dibanding saudara-saudaranya yang lain.

Dia juga mempertanyakan kenapa bukan dirinya yang lebih tua tapi Mahisa Wunga Teleng yang dinobatkan sebagai raja Kediri. Ken Dedes akhirnya menyingkap rahasia bahwa Anusapati hanyalah anak tiri dan ayahnya (Tunggul Ametung) mati dibunuh Ken Arok. Anusapati pun meminta keris Mpu Gandring yang dipegang Ken Dedes. Anusapati menyuruh Ki Pengalasan dari desa Batil untuk menghabisi Ken Arok. Suruhannya itu berhasil membunuh Ken Arok yang sedang makan di waktu senja, pada 1247. Versi Negarakertagama menyebut tahun 1227.

5. Ki Pengalasan
Setelah menyelesaikan misinya, Ki Pengalasan segera melapor. Anusapati memberinya hadiah. Namun karena takut Ki Pengalasan menceritakan siapa yang menyuruhnya membunuh Ken Arok, Anusapati kemudian menghabisinya.

6. Anusapati
Setelah Ken Arok, Anusapati dinobatkan sebagai raja Singasari. Namun dia selalu waspada. Bilik tempat tidurnya dikelilingi selokan, halamannya dijaga ketat orang-orang kepercayaannya.

Panji Tohjaya, anak Ken Arok dari Ken Umang, mengetahui bahwa Ki Pengalasan hanyalah suruhan Anusapati untuk membunuh ayahnya. Dia bersiasat dengan cara mengajak Anusapati meyabung ayam. Tohjaya berhasil meminjam keris Mpu Gandring dari Anusapati dan menukarnya dengan keris lain. Anusapati terlalu asyik menikmati sabung ayam. Tohjaya tak menyia-nyiakan kesempatan dan menancapkan keris Mpu Gandring ke dada Anusapati. Seketika Anusapati tewas pada 1249 –versi berbeda ditulis Negarakertagama yang menyebut Anusapati mati wajar. Tohjaya kemudian naik tahta.

7. Tohjaya
Walaupun bukan mati karena keris Mpu Gandring, kematian Tohjaya patut dicatat sebagai rangkaian dari kisah ini. Tohjaya berkuasa dengan diselimuti ketakutan. Kecurigaan terutama ditunjukkan kepada Rangga Wuni, anak Anusapati. Rangga Wuni memendam dendam atas kematian ayahnya. Bersekutu dengan Mahisa Campaka, anak Mahisa Wunga Teleng yang tak terima tahta kerajaan Kediri diambil Tohjaya, Rangga Wuni melakukan pemberontakan. Mereka menyerang istana. Tohjaya melarikan diri. Namun karena luka-luka dalam pertempuran, dalam pelarian itu Tohjaya meninggal dunia.

Rangga Wuni menaiki tahta kerajaan Singasari dengan gelar Sri Jaya Wisnuwardhana. Mahisa Cempaka turut pula memerintah dengan gelar Narasimhamurti. Mereka mengadakan pemerintahan bersama dengan menyatukan kerajaan Singasari dan Kediri. Negarakertagama mengibaratkan Wisnu dan Indra. Kutukan keris Mpu Gandring pun lenyap. Suksesi berdarah antara keturunan Ken Arok dan Tunggul Ametung pun berakhir. historia

Monday, 23 May 2016

Duh Cantik dan anggunnya Kahiyang ayu anak Presiden Jokowi.


Pemimpin Negara atau Presiden adalah orang yang berpengaruh dalam satu Negara. Apapun yang dilakukan oleh seorang pemimpin Negara selalu menarik perhatian masyarakatnya, mulai dari kebijakan, kebiasaan sampai kehidupan keluarganya. Presiden Jokowi adalah salah satu Presiden Indonesia yang sangat merakyat, beliau memulai karirnya dari bawah, mulai dari pengusaha mebel, walikota, gubernur dan tak lama setelah menjadi gubernur beliau terpilih menjadi Presiden Rebublik Indonesia. Bila kita melihat kehidupan keluarganya maka akan sangat berlawanan arah sekali dengan kebanyakan penguasa yang lain, dimana biasanya kehidupan keluarga seorang penguasa (anak, istri dan kerabat) selalu dekat dengan lingkaran kekuasaan. Anak pertama Presiden Jokowi tercatat sebagai seorang pengusaha katering yang memulai usahanya dari bawah. Nah kali ini kita akan menampilkan sedikit kehidupan sehari-hari salah satu anak Presiden Jokowi yaitu Kahiyang ayu, lantas seperti apa kehidupan anak seorang Presiden? berikut foto-foto kegiatan sehari-harinya atau aktivitas yang misterianeh.com ambilkan dari akun Instagram milik Kahiyang ayu. Berikut ini foto-fotonya.


Kahiyang sedang berada dalam satu mobil dengan ayahnya yaitu Presiden Jokowi. Mungkin kaiyang sedang mengikut kegiatan bapaknya melaksanakan tugas Negara atau mungkin akan meghadiri acara pribadi. Seperti apa yang rasanya menjadi keluarga Presiden? Woowww..........


Ini salah satu foto selfie Kahiyang yang di posting di akun Instagramnya. Seperti kehidupan remaja pada umumnya Kaiyang pun gemar melakukan foto selfie yang kemudian di upload dimedia sosial.


Berfoto bersama ibunya, Ibu Iriana Jokowi. Mungkin Kahiyang sedang menghadiri acara resepsi atau pernikahan keluarga atau kerabatnya, dalam postingannya di Instagram Kahiyang hanya menyertakan tanda atau emoji love mungkin sedang berbahagia.


Kahiyang nampak sedang besama adiknya Kaesang pangarep yang saat ini masih aktif belajar di Singapura. Seperti anak muda kebanyakan Kaesang juga sangat aktif di media sosial seperti twitter, Instagram dan youtube. Kaesang pun aktif mengupload video-video yang dibuatnya di youtube dan sudah ditonton oleh ribuan pemirsa.


Kahiyang berfoto bersama bapaknya Presiden Jokowi, kali ini Kahiyang dan Presiden Jokowi terlihat dalam suasana santai pak Jokowi mengenakan baju koko berwarna putih dan Kahiyang mengenakan baju lengan panjang berwarna orange.


Befoto bersama teman-temannya, mungkin sedang menghadiri resepsi pernikahan. Nampak anggun menggunakan kebaya dengan rambut yang terurai dan mike up seadanya.


Kali ini Kahiyang berada ditoko yang menjual mainan, menggunakan baju berwarna putih dan membawa tas jinjing nampak simple dan terkesan sederhana.


Befoto selfie dan tersenyum. Tidak jauh berbeda dengan foto-foto sebelumnya di foto ini pun Kahiyang nampak sederhana dengan mike up ala kadarnya dan masih tetap dengan gaya rambut yang dibiarkan terurai.


Befoto bersama se ekor kucing. Mungkin kucing peliharaannya atau sedang berada ditempat penjual binatang peliharaan, ternyata Kahiyang pecinta binatang juga.

Itulah beberapa foto-foto seputar kehidupan pribadi seorang anak Presiden Indonesia Joko widodo. Walaupun seorang anak presiden namun Kahiyang ayu juga seorang remaja biasa yang tentunya kehidupannya tidak jauh berbeda dengan kehidupan remaja seumurannya. 

Saturday, 21 May 2016

JANGAN DI ABAIKAN : Inilah 10 tanda anda bisa jadi orang sukses di usia muda


Sudah tidak jamannya lagi kaya raya dan sukses harus menunggu usia tua dan mengandalkan hasil pensiun. Di era sekarang anak muda sudah sangat mandiri dan kesempatan terbuka lebar untuk bisa menjadi sukses, hal ini bisa kita lihat betapa banyak anak muda yang memiliki kekayaan yang begitu fantastis. Bila kita melihat jajaran orang-orang yang memiliki kekayaan diatas rata-rata maka kita akan melihat bahwa anak muda dari berbagai belahan dunia mampu masuk dan sejajar dengan para pebisnis kelas dunia, sebuah survei yang dilakukan oleh Kauffman Foundation mengungkapkan, keputusan berbisnis yang diambil oleh remaja dan anak muda telah meningkat dari tadinya 19 persen menjadi 25 persen.

Mungkin anda salah satu orang yang suka menggunakan jejaring sosial. Mark Zuckerberg pelopor Facebook, Larry Page penemu Google, atau bahkan Evan Spiegel pendiri Snapchat merupakan contoh dari segelintir anak muda yang dapat meraih kesuksesan dan berhasil menjalankan perusahaan bernilai jutaan dolar AS. Kesuksesan yang mereka raih kadang membuat kita penasaran ingin tau trik dan tipsnya. Sebenarnya apa yang mereka lakukan dan mereka kerjakaan sehingga mereka memiliki harta yang begitu banyak dan fantastis?, nah berikut misterianeh.com akan membahas hal-hal yang membuat kita sukses di usia muda. Tips-tips ini merujuk dari catatan yang dilansir dari laman Lifehacks.org.

1. Jeli melihat kesempatan
Tidak sedikit mereka yang sukses diusia muda memiliki latar belakang ekonomi yang bagus atau pendidikan yang tinggi. Mereka menjalankan bisnis dan mendapat ide bisnis dari hal sederhana yang mereka temui sehari-hari. Tidak adanya solusi jitu terhadap permasalahan yang mereka alami yang akhirnya mengantar mereka untuk membuat solusi baru atas permasalahan yang ada.

Contohnya saja George Burgess, pendiri dari aplikasi belajar Gojimo, yang memulai mengembangkan aplikasi buatannya akibat ia tidak dapat menemukan aplikasi yang cocok untuk membantu para mahasiswa untuk belajar dengan lebih baik.
Siapa sangka aplikasi buatannya tersebut yang dapat membuatnya menjadi miliarder di usia muda. Kemampuan mereka untuk jeli melihat kesempatan dan membuat solusi bagi permasalahan yang ada adalah asset penting yang justru menjadikan mereka sukses di usia muda.

2. Gunakan intuisi dan bekerja keras
Satu-satunya cara untuk membangun sebuah pekerjaan dengan bekerja keras dan cermat dan teliti. Seorang pengusaha harus mampu membaca kesempatan yang ada dan menjadikan dirinya sebagai pemecah solusi akan permasalahan yang ada. Harus fokus dan dikerjakan dengan benar-benar serius dan tuntas.

Inilah hali pertama yang biasanya dilakukan oleh orang sukses. Seperti yang dikatakan oleh Pendiri Facebook, Mark Zuckeberg, Anda harus mau untuk mengabdikan diri Anda sebagai seorang pengusaha terhadap apa yang Anda kerjakan, bahkan jika harus mengorbankan satu dan lain hal.

3. Mampu bekerja sama dan bisa memanfaatkan orang-orang yang dapat membantu mencapai sukses
Sehebat apapun manusia tidaka akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Tidak ada karir pengusaha yang dapat berhasil tanpa bantuan dari orang-orang yang tepat. Para pengusaha muda tersebut mengerti betul akan hal ini, untuk meraih sukses mereka sadar betul bahwa kerjasama adalah salah satu jalan untuk mencapainya. Kerjasama ini bisa kita lakukan dengan siapa pun, bisa soudara, kerabat, teman atau juga mitra kerja kita.

Orang-orang sukses mampu memanfaatkan pengaruh dari para orang sukses sebelumnya untuk membangun sebuah kredibilitas dalam berbisnis. Dalam membangun kerja sama sebaiknya kita memahami betul siapa yang akan kita ajak kerjasama Membangun dan membuat jaringan karena bila salah memilih orang maka bukan kesuksesan yang kita raih tapi sebalikny kegagalan.

4. Menekan sedikit mungkin biaya operasional
Orang-orang sukses sangat paham dan mengerti betul bahwa membangun bisnis dibutuhkan pemikiran yang luas dan mampu keluar dari ide-ide buntu, mereka mempunyai berbagai cara strategi untuk mencapai tujuannya sehingga mampu menarik banyak orang.

Tentu saja tujuan yang besar membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan tidak efisien. Orang sukses biasanya mencari ide agar biaya bisa ditekan sekecil mungkin dengan memanfatkan berbagai cara agar pendapatan mereka bisa lebih efektif. Di era modern dimana teknologi sudah berkembang sedemikian pesatnya penggunaan aplikasi seperti shopify misalnya, dapat memfasilitasi Anda untuk mengurangi biaya operasional dengan menjual berbagai produk melalui channel berbeda, sehingga pengusaha dapat berkonsentrasi untuk mengatur strategi dalam menjalankan bisnis yang ada.

5. Berani mengambil risiko
Orang sukses tidak terlalu banyak berpatokan pada teori dan analisa yang berbelit-belit. Mereka condong berpikir praktis. Mereka langsung bertindak terhadap apa yang terjadi dan berani mengambil risiko yang ada, tindakan ini bukan tanpa perhitungan tetapi mereka sudah paham betul kemungkinan terburuknya dan mereka tidak takut mengadapinya karena mereka juga sudah memperhitungan apa yang akan mereka dapat kalau mereka berhasil.

Dari memutuskan untuk berhenti kuliah dan beralih bermain saham, pengusaha-pengusaha ini merupakan pengambil resiko ulung. Contoh saja Michael Dunlop yang keluar dari sekolah setelah didakwa sbagai pengidap disleksia.
Ia lalu menemukan IncomeDiary.com, sebuah situs yang membantu para pengusaha untuk mengembangkan website pribadinya yang akhirnya mendatangkan profit keuntungan jutaan dolar AS.

6. Bekerja sesuai hobi dan tau bakat yang dimiliki
Ini merupakan salah satu yang bisa kita jadikan inspirasi, mungkin anda pernah baca atau mendengar kisah Mike McDonald, seorang pria asal Kanada yang memiliki hobi berjudi, ia telah memulai bermain poker sejak berusia 15 tahun. Kemudian ia merasa tertekan ketika orang tuanya memaksanya untuk bekerja.

Alih-alih mencari pekerjaan, ia justru mengembangkan hobi berjudi dan bakat bermain poker yang ia miliki dan mampu untuk menjadi miliarder ketika mudaSaat ini kekayaannya mencapai 5 juta dolar AS. Agar tetap konsisten menjalankan usaha yang Anda miliki, Anda harus sepenuhnya mencintai apa yang Anda kerjakan. Tentu bukan berjudi yang disarankan untuk menjadi sukses, tetapi hobi apapun apabila kita tekuni dengan sungguh-sungguh akan bisa menghasilkan uang bagi kita.

7. Beradaptasi, berinovasi, dan buat pasar baru
Orang-orang sukses selalu selangkah lebih maju dari pada kita, mereka tidak hanya mengambil langkah inisasi baru, mereka juga terus menerus beradaptasi terhadap perkembangan zaman, berinovasi dan membuat pasarnya sendiri. Mereka tidak akan diam berada di zona nyaman karena mereka tau kalau ini mereka lakukan maka mereka akan kalah  dan tergerus oleh yang lain.

Mereka tau persis hal ini dilakukan bukan hanya karena perkembangan zaman yang begitu cepat, tuntutan konsumen pun akan berubah menuntut inovasi apa yang akan dikeluarkan selanjutnya, maka ide-ide segar dan fres selalu mereka cari agar bisa menyesuaikan dengan jaman.
Dengan melakukan hal ini, Anda nantinya akan mampu untuk membuat pasar baru yang dapat menawarkan konsumen solusi baru serta pengalaman yang belum pernah mereka alami sebelumnya.

8. Tidak putus asa dan tetap focus pada bisnis yang ada
Kita sering melihat keberhasilan orang lain tanpa pernah tau apa yang mereka lakukan sebelumnya dan proses dibalik kesuksesannya. Tidak ada hasil yang dapat didapat dengan instan dan datang secara tiba-tiba. Mengerti bagaimana sebuah bisnis harus tumbuh dan berkembang seraya fokus terhadap beberapa pekerjaan yang dapat membantu Anda untuk menjalankan bisnis yang ada adalah hal penting yang harus dimiliki oleh seorang pengusaha sukses.

Banyak pengusaha yang terlalu mudah menyerah karena tidak sabar dengan kemajuan bisnis yang stagnan. Membangun usaha yang berkelanjutan diperlukan waktu, bahkan tokoh sehebat Steve Jobs pun tidak langsung menciptakan Macintosh setelah ia menemukan Apple 8 tahun sebelumnya. Anda harus tetap focus dan bersabar agar dapat sukses. Banyak orang sukses dimulai dari nol, bahkan dari kegagalan ke kegagalan. Untuk membangun bisnis tak sedikit dari mereka sampai rela meninggalkan bangku sekolah demi fokus ke usaha dan bisnis mereka, contohnya pendiri facebook Mark Zuckerberg. Zuckerberg dihadapkan pada pilihan-pilihan yang sulit antara memilih pendidikannya atau bisnis proyek yang sedang dia kembangkan. Dengan sikap yang optimis Zuckerberg dan kawan-kawannya ahirnya memilih untuk meninggalkan kuliah mereka, dan memfokuskan diri pada proyek Facebook tersebut. 

9. Belajar sampai akhir hayat
Tidak pernah merasa pintar dan selalu ingin tahu tentang hal-hal baru adalah salah satu ciri orang yang sukses, orang sukses tidak pernah bosan belajar karena karakter rendah hati memenuhi jiwanya. Mereka yang siap menjadi sukses selalu merasa haus akan belajar dan mencoba, memiliki kebutuhan untuk selalu melihat hal baru, selalu bereksperimen tidak pernah putus asa adalah hal-hal yang bisa kita lakukan untuk bisa menjadi sukses. Dunia terus berkembang, dan semuanya perlu penyesuaian yang cepat. Kalau kamu tidak segera belajar banyak hal tentang hidupmu, bagaimana mau sukses dan meraih semuanya sejak muda? Satu lagi, jangan cepat puas terhadap pencapaianmu.

Salah satu hal yang membuatmu berhenti belajar ialah perasaan cepat puas yang memenuhi hatimu, sikap puas ini akan menggiring kita menjadi sombong hendaknya kita hindari ini. Itu semua akan menghambat kesuksesanmu. Syukuri perolehanmu, tapi jangan terlena karena kamu harus lari lagi demi pencapaian yang lebih baik dan selalu semangat untuk maju dan berjuang

10. Tanam kembali uang yang kita punya
Konsumtif adalah sifat yang dijauhi oleh orang-orang sukses karena hal ini hanya akan membuat boros. Banyak pengusaha sukses yang membuat variasi dan menginvestasikan kembali kekayaan yang mereka miliki. Hal ini untuk memastikan diri mereka agar tidak jatuh bangkrut.
Gary Martin, seorang pengusaha muda asal Irlandia mulai menjalankan klub malam miliknya di usia 15 tahun. Pada saat ia berusia 17 tahun, ia berpindah haluan ke bisnis manajemen properti.

Di usia 18 tahun, ia memiliki kekayaan bernilai 20 juta dollar. Hal ini merupakan contoh baik dimana Anda mengerti pentingnya re-investasi dan diversifikasi kekayaan Anda. Sayangnya, tidak semua pengusaha memahami fakta ini. Kita bisa memulai dengan bisnis apa saja yang memungkinkan disekitar kita tanpa harus menjiplak dan menyamai dengan bisnis orang lain. Misalnya jualan online, membuat barang-barang kerajinan tangan ataupun menuangkan ide-ide yang ada di kepala kita dalam bentuk tulisan. Itulah beberapa ciri dan tanda orang yang bisa sukses di usia muda. Keberhasilan dan kegagalan memang bagaikan sebuah misteri, kita tidak tau akan mendapatkan hal itu namun apabila kita berusaha dengan sungguh-sungguh dan tanpa putus asa niscaya kebehasilan akan mendekat ke kita. Meminjam istilah orang bija "Bermimpilah setinggi langit bila kita jatuh maka kita akan jatuh diantara bintang-bintang".

Sumber : liputan6

Friday, 6 May 2016

HARUS DI LESTARIKAN. 10 permainan tradisional ini hampir punah


Bermain merupakan dunia yang menyenangkan. Bermain identik dengan anak-anak, bila kita menggabungkan antara bermain dan anak-anak maka bermain lah yang langsung tersirat dipikiran kita. Beraneka macam pilihan permainan bagi anak-anak mulai dari mandi bola, bermain air diwahana permainan air dan juga beraneka game permainan dan strategi yang bisa dimainkan lewat gadget oleh anak-anak di jaman sekarang, namun bukan itu yang akan kita bahas sobat misterianeh.com, nah permainan yang dibahas adalah permainan tradisional, yah permainan tradisional adalah permainan-permainan yang sangat populer dan sering dimainkan oleh anak-anak jaman dulu, bukan hanya populer tetapi permainan ini memiliki nilai-nilai yang sangat baik untuk perkembangan anak. Kerjasama, kreatif, inovatif dan mendidik itulah nilai-nilai yang terkandung dalam permainan tradisional masyarakat Indonesia. Lalu permainan apa saja yang dahulu sangat populer namun sekarang sudah tidak lagi. Berikut 10 permainan tradisional yang sudah hampir punah :

1. GASING
Permainan ini sudah dikenal dari jaman dahulu. Bahkan sejumlah website arkeolog mengatakan bahwa gasing merupakan permainan tertua yang masih tersisa hingga saat ini. Untuk dapat bermain gasing, dibutuhkan gasing yang terbuat dari kayu yang dibentuk bulat dengan salah satu ujungnya dibuat tumpul dan ujung yang satunya dibentuk agak meruncing dan menggunakan tali untuk memutarnya, biasanya talinya terbuat dari kulit kayu atau kain bekas yang dililit sehingga membentuk seperti tali tambang.

Di beberapa daerah tali ini dibentuk semakin ke ujung semakin mengecil. Tali dililitkan dari ujung bawah gasing sampai hampir keseluruan gasing terlilit. Kemudian tarik tali sambil melemparkan gasing ke tanah. Akan terlihat gasing yang berputar sesuai porosnya. Biasanya para pemain ini memainkan gasingnya secara bersama-sama dan siapa yang paling tahan lama maka ia akan menjadi pemenang, kemudian dilanjutkan dengan di adu satu per satu. Pada jaman dulu permainan ini sangat menghibur dan tidak diperlukan biaya yang mahal, karena hanya terbuat dari kayu cukup mencari kayu yang kuat dan tidak mudah pecah maka gasing akan awet dan bentuknya biasanya menyesuaikan dengan daya kreatifitas masing-masing pembuatnya. Semakin detil sang pembuat maka gasing akan terlihat semakin bagus dan semakin menarik orang untuk melihatnya.

2. EGRANG
Egrang biasanya terbuat dari bambu, tingginya tidak ada ketentuannya tapi biasanya berkisar antara 1,5 sampai 2 meter namun juga bisa lebih. Sekitar 30-50 CM dari ujung bawah dibuat tapakan untuk kaki setelah itu kita naik dan berjalan menggunakan egrang itu. Permainan yang satu ini memang terbilang sebagai permainan yang cukup lawas. Dari material penyusunnya yang berbahan dasar bambu saja sudah cukup sulit untuk didapatkan pada jaman sekarang ini. Permainan ini melatih keseimbangan dan ketangkasan dalam menjalankan egrang itu sendiri.

Permainan ini sudah tidak asing lagi, meskipun di berbagai daerah di kenal dengan nama yang berbeda beda. saat ini juga sudah mulai sulit di temukan, baik di desa maupun di kota, tetapi saat permainan ini mulai dikombinasikan dengan berbagai hal sehingga dapat berdampingan dengan dunia yang di katakan modern ini.
Permainan Egrang cukup terkenal di nusantara ini misalnya di daerah Sulawesi Tengah salah satu provinsi yang ada di Indonesia. Di sana ada satu suku bangsa yang bernama Kaili. Di kalangan mereka ada satu jenis permainan yang disebut sebagai tilako (nama lain dari permainan egrang), yaitu sebuah permainan berjalan menggunakan alat yang terbuat dari bambu dan pelepah sagu atau tempurung kelapa. Tilako disamping nama sebuah permainan juga sekaligus nama alat yang digunakan untuk permainan tersebut. Tilako itu sendiri merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “ti” dan “lako”. “Ti” adalah kata awalan yang menunjukkan kata kerja dan “lako” secara harafiah berarti “langkah/jalan”. Dalam permainan ini “tilako” adalah alat yang dipakai untuk melangkah atau berjalan. Permainan ini dalam dialek Rai disebut kalempa yang juga merupakan gabungan dari dua kata, yaitu “ka” dan “lempa”. “Ka” adalah kata awalan yarng menunjukkan kata kerja dan “lempa” berarti “langkah”.Permainan ini ada juga yang mengenal dengan nama jejangkungan. Cara memainkan permainan ini sebenarnya beragam ini hanyalah salah satu dari banyak cara.

3. KASTI
Meski permainan kasti masih masuk dalam salah satu cabang olahraga, namun keseruan yang didapatkan membuat setiap orang merasa ketagihan untuk memainkannya. Kasti juga memerlukan peserta yang cukup banyak jadi tak heran jika anak satu desa datang hanya untuk memainkannya. 

Kasti atau biasa dikenal juga Gebokan merupakan sejenis olahraga bola. Permainan yang dilakukan 2 kelompok ini menggunakan bola tenis sebagai alat untuk menembak lawan dan tumpukan batu untuk disusun. Siapapun yang berhasil menumpuk batu tersebut dengan cepat tanpa terkena pukulan bola adalah kelompok yang memenangkan permainan. Pada awal permainan, ditentukan dahulu kelompok mana yang akan menjadi penjaga awal dan kelompok yang dikejar dengan suit. Kelompok yang menjadi penjaga harus segera menangkap bola secepatnya setelah tumpukan batu roboh oleh kelompok yang dikejar. Apabila bola berhasil menyentuh lawan, maka kelompok yang anggotanya tersentuh bola menjadi penjaga tumpukan batu. Kerjasama antar anggota kelompok sangat dibutuhkan seperti halnya olahraga sofbol atau bisbol.
Permainan kasti juga banyak dimainkan anak anak sekolah dasar: pemain dibagi dua regu, salah satu mendapat giliran jaga dan satu regu lagi mendapat giliran untuk memukul. Disediakan beberapa pos yang ditandai dengan tiang dimana pemain serang (yang mendapat giliran pukul) tak boleh di"gebok" atau dilempar dengan bola. Pemain serang bergiliran memukul bola yang diumpan oleh salah seorang pemain jaga. Pemain jaga berjaga di lapangan untuk mencoba menangkap pukulan pemain serang. Ketika bola terpukul pemain serang berlari ke pos berikut atau "pulang" ke "rumah" yang dibatasi dengan sebuah garis. Kalau pemain yang sedang lari menuju pos atau pulang dapat di "gebok" dia dinyatakan mati dan kedua regu berganti - regu serang jadi regu jaga dan sebaliknya. Pemain serang yang berhasil pulang mendapat satu angka. Regu yang mendapat angka terbanyak ketika pertandingan berakhir dinyatakan menang. Permainan ini memang menggunakan gerak dasar berlari, memukul bola dengan sebuah tongkat, menangkap dan melempar. Terdiri dari 2 base dengan jarak minimal 20 meter.

4. CONGKLAK
Permainan ini identik untuk bagi anak-anak perempuan pada masa itu karena tidak membutuhkan kemampuan fisik secara menyeluruh. Congklak lebih cenderung mengatur strategi dan digunakan untuk mengisi waktu luang anak-anak.

Congklak merupakan suatu permainan tradisional yang dikenal dengan berbagai macam nama di seluruh Indonesia. Biasanya dalam permainan sejenis cangkang kerang digunakan sebagai biji congklak dan jika tidak ada kadangkala digunakan juga biji-bijian dari tumbuh-tumbuhan.

Permainan congklak dilakukan oleh dua orang. Dalam permainan mereka menggunakan papan yang dinamakan papan congklak dan 98 buah biji yang dinamakan biji congklak atau buah congklak. Pada masa dahulu papan congklak terbuat dari kayu dan bahkan bisa menggunakan tanah yang dilubangi menyerupai bentuk papan congklak, sedangkan bijinya terbuat dari cangkang kerang, biji-bijian, batu-batuan, kelereng atau plastik. Pada papan congklak terdapat 16 buah lobang yang terdiri atas 14 lobang kecil yang saling berhadapan dan 2 lobang besar di kedua sisinya. Setiap 7 lobang kecil di sisi pemain dan lobang besar di sisi kananya dianggap sebagai milik sang pemain.

Pada awal permainan setiap lobang kecil diisi dengan tujuh buah biji. Dua orang pemain yang berhadapan, salah seorang yang memulai dapat memilih lobang yang akan diambil dan meletakkan satu ke lobang di sebelah kanannya dan seterusnya. Bila biji habis di lobang kecil yang berisi biji lainnya, ia dapat mengambil biji-biji tersebut dan melanjutkan mengisi, bisa habis di lobang besar miliknya maka ia dapat melanjutkan dengan memilih lobang kecil di sisinya. bila habis di lubang kecil di sisinya maka ia berhenti dan mengambil seluruh biji di sisi yang berhadapan. Tetapi bila berhenti di lobang kosong di sisi lawan maka ia berhenti dan tidak mendapatkan apa-apa.

Permainan dianggap selesai bila sudah tidak ada biji lagi yang dapat diambil (seluruh biji ada di lobang besar kedua pemain). Pemenangnya adalah yang mendapatkan biji terbanyak.

5. GOBAK SODOR
Permainan ini adalah salat satu permainan yang sangat populer dikalangan masyarakat Indonesia pada jaman dahulu. Galah Asin atau di daerah lain disebut Galasin atau Gobak Sodor adalah sejenis permainan daerah dari Indonesia. Permainan ini adalah sebuah permainan grup yang terdiri dari dua grup, di mana masing-masing tim terdiri dari 3-5 orang. Inti permainannya adalah menghadang lawan agar tidak bisa lolos melewati garis ke baris terakhir secara bolak-balik, dan untuk meraih kemenangan seluruh anggota grup harus secara lengkap melakukan proses bolak-balik dalam area lapangan yang telah ditentukan.

Untuk melakukan permainan ini, biasanya dimainkan di lapangan bulu tangkis dengan acuan garis-garis yang ada atau bisa juga dengan menggunakan lapangan segi empat dengan ukuran 9 x 4 m yang dibagi menjadi 6 bagian. Garis batas dari setiap bagian biasanya diberi tanda dengan kapur. Anggota grup yang mendapat giliran untuk menjaga lapangan ini terbagi dua, yaitu anggota grup yang menjaga garis batas horisontal dan garis batas vertikal. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas horisontal, maka mereka akan berusaha untuk menghalangi lawan mereka yang juga berusaha untuk melewati garis batas yang sudah ditentukan sebagai garis batas bebas. Bagi anggota grup yang mendapatkan tugas untuk menjaga garis batas vertikal (umumnya hanya satu orang), maka orang ini mempunyai akses untuk keseluruhan garis batas vertikal yang terletak di tengah lapangan. Permainan ini sangat mengasyikkan sekaligus sangat sulit karena setiap orang harus selalu berjaga dan berlari secepat mungkin jika diperlukan untuk meraih kemenangan.

6. SOROTAN GAPLOK
Beragamnya budaya dan permainan asli nusantara memang tidak ada duanya dan merupakan suatu berkah yang harus kita lestarikan. Selain jumlahnya yang sangat banyak, permainan asli nusantara juga dikenal memiliki unsur-unsur edukasi yang sangat positif. Salah satu permainan itu adalah Sorodot Gaplok.

Permainan yang menggunakan batu sebagai alat permainannya ini adalah permainan tradisional khas Jawa Barat, dimana biasanya dimainkan oleh anak laki-laki saja. Dalam bahasa sunda Sorodot Gaplok berasal dari dua kata, Sorodot yang berarti ‘meluncur’ dan Gaplok yang berarti ‘tamparan’. Jadi Sorodot Gaplok adalah permainan meluncurkan batu ke batu lainnya yang nantinya bisa menimbulkan suara ‘plok’ seperti suara tamparan. Permainan ini bisa dimainkan oleh dua orang atau lebih, yang penting jumlahnya genap. Karena kalau lebih dari dua orang biasanya akan dibagi menjadi dua tim yang jumlah anggotanya sama. Setelah dibagi dua tim, kita harus menentukan tim mana yang main duluan dan tim mana yang kebagian jaga, biasanya dengan cara suit.

Setelah itu kita tinggal membuat garis di lantai atau tanah sebagai tempat meletakkan batu secara berdiri. Kemudian buat garis lagi untuk tempat lemparan batu bagi tim yang bermain. Jarak kedua garis itu biasanya sekitar 3-5 meter. Yang terakhir jangan lupa kita siapkan juga batu yang tidak terlalu berat dan kalau bisa agak gepeng dan bisa diberdirikan supaya memudahkan kita sewaktu membawanya di punggung kaki.

Setelah semua siap, tim yang bermain lebih dulu akan berjajar di garis lempar. Secara bergiliran setiap anggota tim akan melemparkan batu yang diletakkan di atas punggung kaki mereka ke arah batu lawan yang sebelumnya diletakkan secara berdiri. Melemparnya juga tidak sembarang melempar, kita harus mendekati garis lempar dengan cara ‘engklek’ terlebih dulu sebelum nantinya ‘menyorodotkan’ batu itu.

Jika si pelempar tidak mengenai batu lawan, dia harus melempar batu itu lagi dari tempat batu itu jatuh. Tapi kali ini dia harus melempar melalui kedua kolong kaki dengan tangan. Jadi dia harus jongkok dan melemparkan batu itu melewati kolong kakinya. Tim pelempar harus menjatuhkan semua batu lawannya untuk menjadi pemenang karena kalau tidak tim mereka akan giliran menjadi tim penjaga.

Seperti disebut di awal tadi, permainan Sorodot Gaplok ini memiliki unsur edukasi yang sangat kuat. Karena ternyata permainan ini bisa melatih kerjasama tim, meningkatkan jiwa sportifitas dan juga bisa melatih konsentrasi seseorang. Selain itu permainan ini juga bisa melatih kepemimpinan serta ketangkasan seseorang. Jadi mari kita bermain Sorodot Gaplok sekaligus bernostalgia.

7. ENGKLEK
Di era sekarang permainan merupakan bukan hal yang langka, sangat mudah kita menjumpai permainan dengan berbagai media penggunaannya. Mulai dari beraneka mobil-mobilan, robot sampai game yang bisa kita mainkan melalu gadget kita, baik yang online maupun offline. Dibalik menjamurnya permainan modern saat ini, ternyata masih ada beberapa permainan tradisonal yang banyak dimainkan oleh anaka-anak zaman sekarang, terutama anak-anak di pelosok desa. Salah satu permainan tradisional tersebut adalah engklek.

Engklek ini merupakan salah satu permainan tradisional yang sangat populer di Indonesia, banyak anak-anak yang memainkannya. Saking populernya banyak orang Indonesia yang menganggap engklek sebagai permainan khas tradisonal Indonesia. Padahal sebenarnya engklek ini berasal dari negeri Pizza, Italia, tepatnya dari Kota Roma.

Di Roma sendiri permainan ini disebut dengan Hopscotch yang berasal dari kata Hop (melompat) dan srcotch (garis-garis), karena memang cara bermainnya adalah dengan melompat diantara berbagai garis yang digambar di tanah. Awalnya permainan ini digunakan untuk melatih kekuatan, kecepatan dan stamina para prajurit Roma dalam upaya penjajahan di Glasgow, Skotlandia. Saat itu arenanya sendiri dibuat dengan ukuran yang sangat besar, 31 meter.

Setelah Glasgow jatuh ke tangan Roma, para tentara Roma kemudian mengajarkan berbagai gaya hidup orang Roma termasuk mengajarkan anak-anak Glasgow untuk bermain Hopscotch. Permainan ini kemudian menyebar dengan cepat ke berbagai penjuru dunia dan menjadi permainan yang sangat populer di kalangan anak-anak Amerika, Asia dan Eropa.

Nama engklek atau sondah juga diduga berasal dari kata zondag-maandag. Kata itu berasal dari Belanda yang kemudian menyebar ke nusantara pada zaman kolonial. Pada zaman penjajahan, kerap dijumpai anak-anak perempuan Belanda yang bermain sondah. Hingga setelah Indonesia merdeka dari penjajahan, permainan tradisional ini tetap bertahan dan menjadi semakin populer di kalangan anak-anak kecil di Indonesia.

Oleh karena itu, di Indonesia sendiri permainan ini bisa kita jumpai mulai dari Sabang sampai Merauke. Namanya juga berbeda-beda di setiap tempatnya, di Jawa permainan ini disebut engklek, di sebagian Jawa Barat ada yang menyebutnya sondah, orang Palembang menyebutnya cak engkle, di Manado disebut enge-enge, dan masih banyak lagi sebutannya. Sangat menarik yah sobat misterianeh.com

8. PEREPET JENGKOL
Perepet jengkol jajahean
Kadempet kohkol jejeretean

Eh jaja eh jaja eh jaja eh jaja
Kalau anda berasal dari etnis suku Sunda lagu di atas sudah tidak asing lagi di telinga anda, tapi bagi masyarakat lainnya belum tentu tahu arti sebenarnya dari lagu itu. Mari kita ulas bersama, sedikit tentang permainan jaman dulu di daerah Sunda ini, ya salah satunya adalah permainan perepet jengkol seperti lagu di atas. Sobat pasti tahu kan jengkol itu apa? Ya, jengkol merupakan bahan makanan yang sering kita jumpai di warteg-warteg dan tentu saja sangat disukai oleh berbagai masyarakat Indonesia walaupun dengan aroma yang sangat menyengat seperti bua petai dan durian.

Meski nama permainannya adalah perepet jengkol tapi sebenarnya dalam permainan tersebut sama sekali tidak melibatkan jengkol. Dari beberapa sumber sana sini tidak ada yang tahu kenapa permainan ini dinamakan perepet jengkol, yang pasti permainan ini sudah ada sejak dulu. Malah konon katanya pada zaman dulu permainan ini biasanya dimainkan ketika malam terang bulan. Jadi, waktu dulu saat terang bulan seperti itu anak-anak kampung akan keluar rumah untuk bermain di halaman. Perepet jengkol ini dilakukan sedikitnya oleh tiga orang, namun akan semakin ramai kalau dimainkan oleh lebih dari tiga orang. Cara bermainnya seperti ini:

1. Para pemainnya berdiri sambil membelakangi temannya masing-masing kemudian para pemainnya saling berpegangan tangan atau merangkul juga boleh asal saling mengikat saja.

2. Setelah itu, salah satu kaki setiap pemainnya diangkat kemudian dikaitkan dengan kaki pemain lainnya yang diangkat juga, kaki mereka tersebut dianyamkan hingga kuat. Jadi, kaki pemain yang satu dengan pemain yang lainnya saling terkait.

3. Kalau pertahanan kakinya sudah kuat, masing-masing pemain harus menjaga keseimbangannya agar tidak terjatuh dan satu per satu mulai melepaskan tangannya.

4. Jika sudah seperti itu, semua pemain meloncat-loncat bergerak berputar ke arah kanan atau kiri tergantung kesepakatan bersama. Sambil berputar semuanya melantunkan lagu yang ada di atas sambil bertepuk tangan.

5. Semakin lama putarannya akan semakin cepat hingga akhirnya keseimbangan para pemain tidak dapat dipertahankan lagi dan semuanya berjatuhan.
Tidak ada pihak yang dinyatakan menang atau kalah dalam permainan ini karena permainan ini hanya dimainkan untuk bersenang-senang. Meski begitu, permainan perepet jengkol memberikan sebuah pelajaran bagi kita, yakni mengajarkan kita untuk bisa bekerja sama dengan yang orang lain. Di saat kita bisa saling bekerja sama serta mendengarkan petunjuk satu sama lain maka keseimbangan itu pun akan terjaga dengan baik. Namun, di saat kita sudah lemah dan tidak lagi bisa diajak kerja sama, jatuhlah semuanya. Kurang lebih seperti itulah permainan tradisional daerah Sunda ini. Permainan zaman dulu itu tidak sembarang permainan tetapi selalu ada makna dibalik semuanya.

9 . LOMPAT TALI
Permainan Tali Merdeka adalah sebutan untuk mereka yang tinggal di Provinsi Riau. Di daerah yang masyarakatnya adalah pendukung kebudayaan melayu ini ada sebuah permainan yang disebut sebagai tali merdeka. Inti dari permainan ini adalah melompat tali karet yang tersimpul. Lompat tali adalah salah satu permainan yang masih dijumpai hingga sekarang. Permainan ini bisa digunakan sebagai olahraga yang menyehatkan badan. Alat yang perlu disiapkan hanyalah tali karet. Untuk dapat memainkannya dibutuhkan lebih dari 3 orang. 2 orang memegang ujung-ujung tali dan orang lainnya melompat dengan tahap yang semakin lama semakin susah. Sebelum permainan dimulai, dilakukan perjanjian dalam melakukan permainan ini. Boleh apa tidaknya saat tali terkena badan dan lain sebagainya. Pemenangnya ialah ia yang bisa melewati tahap paling susah.

Ingatkah anda jika sepulang sekolah dahulu anda bermain lompat tali di halaman rumah? Lompat tali ini cukup populer karena hanya memerlukan beberapa karet gelang yang disusun memanjang. Variasi dalam lompat tali juga sangat banyak. Bahkan hampir setiap daerah memiliki mekanisme bermain yang berbeda-beda.

10.  LAYANG-LAYANG
Layang-layang adalah permainan di udara yang sering dimainkan tak hanya oleh anak-anak melainkan juga orang dewasa. Permainan ini masih sering dimainkan sampai sekarang, bahkan ada beberapa komunitas yang memfokuskan kegiatannya dengan bermain layang-layang.

Layang-layang sangat populer bagi masyarakat kebanyakan. Biasanya layang-layang dimainkan disaat musim kemarau karena pada saat musim ini tidak turun hujan dan angin berhembus dengan kencang yang bisa membuat layang-layang terbang dengan mudah dan stabil. Tiap daerah biasanya memiliki jenis layang-layang dengan bentuk yang bebeda-beda dan juga dengan ukuran besar kecil yang beraneka macam, ada yang berbentuk meyerupai  burung, persegi sampai berbentuk manusia. Yang paling  menarik pada masa dahulu adalah apabila layangan putus biasanya teman kita mengejarnya untuk mendapatkan layangan itu, bahkan apabila layangan itu nyangkut dipohon pun kita panjat, yah itu lah asyiknya permainan masa lampau.

Itulah 10 permainan tradisional Indonesia yang dulu sangat populer, namun seiring perkembangan zaman permainan tradisional seperti diatas sangat sulit kita jumpai lagi. Begitu cepatnya teknologi berkembang melahirkan begitu banyak inovasi  termasuk melahirkan berbagai macam permainan-permainan yang bisa didapatkan dengan mudahnya, tetapi bagaimanapun juga permainan tradisional merupakan salah satu kekayaan budaya yang mustinya harus kita lestarikan sebagai bukti betapa berbudayanya bangsa kita di masa lalu.

Sumber : kaskus, berbagi

Monday, 2 May 2016

Misteri kematian Marsinah. "Rela mati demi memperjuangkan hak kaum buruh"

Perjuangan hidup tak semudah yang kita rasakan, setiap individu menjalani kehidupannya dengan jalannya masih-masing. 1 Mei dikenal dengah hari buruh Internasional atau mayday, bila kita membicarakan hari buruh maka kita akan mengeah seorang pejuang kesejahteraan buruh, beliau bernama masinah. Lalu siapa dan bagaimana perjuangan Marsinah? Berikut misterianeh.com akan mengulasnya untuk anda.
Hutan Wilangan, Nganjuk tanggal 9 Mei 1993. Awalnya adalah anak-anak yang bermain. Mengira bahwa kaki yang menjulur pada sebuah gubuk kelompok tani adalah milik orang gila yang biasa tidur di situ. Mereka menggoda sambil melempari dengan kerikil. Setelah berkali-kali dilempari dan tak ada reaksi, mereka pun mendekat. Alangkah terkejutnya ketika mereka mendapati bahwa kaki yang menjulur itu adalah kaki seorang mayat perempuan.
Mayat tersebut tergeletak dalam posisi terlentang. Sekujur tubuhnya penuh dengan luka memar bekas pukulan benda keras. Kedua pergelangan tangannya lecet-lecet, diduga akibat diseret dalam tangan terikat. Tulang panggulnya hancur karena pukulan benda keras berkali-kali. Dari sela-sela pahanya ada bercak-bercak darah, diduga akibat penganiayaan dengan benda tumpul. Pada bagian yang sama menempel kain putih berlumuran darah. Mayatnya ditemukan dalam keadaan lemas.
Hanya, dan hanya, secarik potongan resi wesel sudah cukup untuk memberi petunjuk bagi aparat kepolisian untuk menelusuri kejelasan identitas mayat tersebut. Ia adalah Marsinah, seorang buruh pabrik yang pada beberapa sebelumnya terlibat aksi mogok. Tapi apakah darah dan bekas-bekas penganiayaan yang meluluhlantakan tubuh Marsinah juga akan cukup memberi petunjuk siapa tokoh penganiayaan dan kepentingan-kepentingan apa yang ada dibalik penganiayaan tersebut di kemudian hari?
Siapakah Marsinah itu?
Marsinah lahir tanggal 10 April 1969. Anak nomor dua dari tiga bersaudara ini merupakan buah kasih antara Sumini dan Mastin. Sejak usia tiga tahun, Marsinah telah ditinggal mati oleh ibunya. Bayi Marsinah kemudian diasuh oleh neneknya Pu’irah yang tinggal bersama bibinya Sini di desa Nglundo, Nganjuk, Jawa Timur.
Pendidikan dasar ditempuhnya di SD Karangasem 189, Kecamatan Gondang. Sedang pendidikan menengahnya di SMPN 5  Nganjuk. Sedari kecil, gadis berkulit sawo matang itu berusaha mandiri. Menyadari nenek dan bibinya kesulitan mencari kebutuhan sehari-hari, ia berusaha memanfaatkan waktu luang untuk mencari penghasilan dengan berjualan makanan kecil.
Di lingkungan keluarganya, ia dikenal anak rajin. Jika tidak ada kegiatan sekolah, ia biasa membantu bibinya memasak di dapur. Sepulang dari sekolah, ia biasa mengantar makanan untuk pamannya di sawah. “Dia sering mengirim bontotan ke sawah untuk saya. Kalau panas atau hujan, biasanya anak itu memakai payung dari pelepah pisang,” kenang Suradji, pamannya Marsinah sambil menerawang. Berbeda dengan teman sebayanya yang lebih suka bermain-main, ia mengisi waktu dengan kegiatan belajar dan membaca. Kalaupun keluar, paling-paling dia hanya pergi untuk menyaksikan siaran berita televisi.
Ketika menjalani masa sekolah menengah atas, Marsinah mulai mandiri dengan mondok di kota Nganjuk. Selama menjadi murid SMA Muhammadiyah, ia dikenal sebagai siswa yang cerdas. Semangat belajarnya tinggi dan ia selalu mengukir prestasi dengan peringkat juara kelas. Jalan hidupnya menjadi lain, ketika ia terpaksa harus menerima kenyataan bahwa ia tidak punya cukup biaya untuk melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. “Dia ingin sekolah di IKIP. Tapi, uang siapa untuk membiayai di perguruan tinggi itu,” ujar kakek Marsinah.
Pergi meninggalkan desa adalah sebuah langkah hidup yang sulit terelakan. Kesempatan kerja di pedesaan semakin sempit. Kerja sebagai buruh tani makin kecil peluangnya. Sekarang ani-ani alat tradisional penuai padi sudah berganti dengan sabit yang lebih efisien dan tidak memerlukan jumlah tenaga kerja sebanyak sebelumnya. Perkembangan teknologi semakin menyingkirkan para buruh tani. Tidak mengherankan, bau keringat bercampur tanah sawah sudah tidak lagi memenuhi udara pedesaan. Lenguhan sapi yang kelelahan membajak tanah semakin jarang terdengar. Ia telah disingkirkan oleh deru mesin traktor.
Ujungnya adalah tidak ada pilihan lagi selain pergi ke kota. Maka ia berusaha mengirimkan sejumnlah lamaran ke berbagai perusahaan di Surabaya, Mojokerto, dan gresik. Akhirnya ia diterima di pabrik sepatu BATA di Surabaya tahun 1989. setahun kemudian ia pindah ke pabrik arloji Empat Putra Surya di Rungkut Industri, sebelum akhirnya ia pindah mengikuti perusahaan tersebut yang membuka cabang di Siring, Porong, Sidoarjo. Marsinah adalah generasi pertama dari keluarganya yang menjadi buruh pabrik.
Kegagalan meneruskan ke perguruan tinggi bukannya membuat semangat belajarnya padam. “Mbak Marsinah berkeyakinan bahwa pengetahuan itu mampu mengubah nasib seseorang,” ujar salah seorang temannya. Karena itu, untuk menambah pengetahuan dan keterampilan, Marsinah mengikuti kursus komputer dan bahasa Inggris di Dian Institut, Sidoarjo. Kursus komputer dengan paket Lotus dan Word Processor sempat dirampungkan beberapa waktu sebelum ia meninggal. Semangat belajar yang tinggi juga tampak dari kebiasaannya menghimpun rupa-rupa informasi. Ia suka mendengarkan warta berita, baik lewat radio maupun televisi. Minat bacanya juga tinggi. Saking senangnya membaca, ia terpaksa memakai kacamata. Pada waktu-waktu luang, ia seringkali membuat kliping koran. Malahan untuk kegiatan yang satu ini ia bersedia menyisihkan sebagian penghasilannya untukmembeli koran dan majalah bekas, meskipun sebenarnya penghasilannya pas-pasan untuk menutup biaya hidup.
Ia dikenal sebagai seorang pendiam, lugu, ramah, supel, tingan tangan dan setia kawan. Ia sering dimintai nasihat mengenai berbagai persoalan yang dihadapi kawan-kawannya. Kalau ada kawan yang sakit, ia selalu menyempatkan diri untuk menjenguk. Selain itu ia seringkali membantu kawan-kawannya yang diperlakukan tidak adil oleh atasan. Ia juga dikenal sebagai seorang pemberani.
Paling tidak dua sifat yang terakhir disebut pemberani dan setia kawan inilah yang membekalinya menjadi pelopor perjuangan. Pada pertengahan April 1993, para buruh PT. CPS (Catur Putra Surya) pabrik tempat kerja Marsinah resah karena ada kabar kenaikan upah menurut Sudar Edaran Gubernur Jawa Timur. Dalam surat itu termuat himbauan pada para pengusaha untuk menaikkan upah buruh sebesar 20% dari upah pokok. Pada minggu-minggu tersebut, Pengurus PUK-SPSI PT. CPS mengadakan pertemuan di setiap bagian untuk membicarakan kenaikan upah sesuai dengan himbauan dalam Surat Edaran Gubernur.
Keresahan tersebut akhirnya berbuah perjuangan. Pada tanggal 3 Mei 1993 seluruh buruh PT. CPS tidak masuk kerja, kecuali staf dan para Kepala Bagian. Sebagian buruh bergerombol dan mengajak teman-teman mereka untuk tidak masuk kerja. Hari itu juga, Marsinah pergi ke kantor Depnaker Surabaya untuk mencari data tentang daftar upah pokok minimum regional. Data inilah yang ingin Marsinah perlihatkan kepada pihak pengusaha sebagai penguat tuntutan pekerja yang hendak mogok.
Tanggal 4 Mei 1993 pukul 07.00 para buruh PT. CPS melakukan unjuk rasa dengan mengajukan 12 tuntutan. Seluruh buruh dari ketiga shift serentak masuk pagi dan mereka bersama-sama memaksa untuk diperbolehkan masuk ke dalam pabrik. Satpam yang menjaga pabrik menghalang-halangi para buruh shift II dan shift III. Tidak ketinggalan, para satpam juga mengibas-ibaskan tongkat pemukul serta merobek poster dan spanduk para pengunjuk rasa sambil meneriakan tuduhan PKI kepada para pengunjuk rasa.

Bangkitnya Keberanian
Suasana kota yang penuh dengan persaingan telah membuat setiap orang yang tinggal didalamnya untuk menjadi keras. Apalagi kehidupan buruh-buruh di pabrik yang setiap hari dikejar-kejar target produksi yang telah ditetapkan sepihak oleh pengusaha. Maka menjadi tidak mengherankan bahwa Marsinah, gadis desa yang lugu, lalu tidak canggung berdiri di barisan terdepan pengunjuk rasa. Sebuah keberanian telah menggusur kepasrahan pada nasib.
Semakin merebak jumlah aksi pemogokan di berbagai kota industri menjadi bukti ketidak puasan. Pabrik, gedung Dewan Perwakilan Rakyat, instansi-instansi pemerintah yang berurusan dengan masalah perburuhan, dan jalanan-jalanan kota menjadi panggung yang mementaskan keresahan kaum buruh yang tak kunjung terhenti. Menurut berita, di Jawa Timur tercatat 155 pemogokan yang semuanya dihadapi tentara.
Aparat dari koramil dan kepolisian sudah berjaga-jaga di perusahaan sebelum aksi berlangsung. “Ya sudah, kalau teman-teman tidak diperbolehkan masuk, keamanan saya serahkan kepada bapak, kami sekarang hendak berunding dengan pengusaha!”, ucapnya pada salah seorang aparat keamanan.
Perundingan berjalan dengan hangat. Dalam perundingan tersebut, sebagaimana dituturkan kawan-kawannya. Marsinah tampak bersemangat menyuarakan tuntutan. Dialah satu-satunya perwakilan dari buruh yang tidak mau mengurangi tuntutan. Khususnya tentang tunjangan tetap yang belum dibayarkan pengusaha dan upah minimum sebesar Rp. 2.250,- per hari sesuai dengan kepmen 50/1992 tentang Upah Minimum Regional. Setelah perundingan yang melelahkan tercapailah kesepakatan bersama.
Berakhirkah pertentangan antara buruh dengan pengusaha? Ternyata tidak, Tanggal 5 Mei 1993, 13 buruh dipanggil kodim Sidoarjo. Pemanggilan itu diterangkan dalam surat dari kelurahan Siring. Tanpa babibu, tentara mendesak agar ke-13 buruh itu menandatangani surat PHK. Para buruh terpaksa menerima PHK karena tekanan fisik dan psikologis yang bertubi-tubi. Dua hari kemudian menyusul 8 buruh di-PHK di tempat yang sama. Sungguh! Hukum menjadi kehilangan gigi ketika senapan tentara ikut bermain.
Marsinah sadar betul bahwa peristiwa yang menimpa kawan-kawannya adalah suatu keniscayaan di negeri milik pengusaha ini. Dari kliping-kliping surat kabar yang diguntingnya, dari keluhan-keluhan kawan-kawannya se pabrik, dari kemarahan-kemarahan yang teriakkan, dan dari apa yang ia lihat dengan mata kepala sendiri, semuanya memberinya pengetahuan tentang ketidak beresan yang melanda segala lapisan dalam masyarakat kita.
Kemarahannya meledak saat mengetahui perlakuan tentara kepada kawan-kawannya. “Saya tidak terima! Saya mau (melapor) ke paklik saya yang jadi jaksa di Surabaya!” teriak Marsinah gusar. Dengan gundah ia raih surat panggilan kodim milik salah seorang kawannya, lantas pergi.
Kemana perginya Marsinah? Tidak ada yang tahu. Yang pasti, Marsinah tidak lagi terlihat di pabrik tempat ia bekerja. Tanggal 5 Mei 1993, Marsinah masih aktif bersama rekan-rekannya dalam kegiatan unjuk rasa dan perundingan-perundingan. Marsinah menjadi salah seorang dari 15 orang perwakilan karyawan yang melakukan perundingan dengan pihak perusahaan.
Siang hari tanggal 5 Mei, tanpa Marsinah, 13 buruh yang dianggap menghasut unjuk rasa digiring ke Komando Distrik Militer (Kodim) Sidoarjo. Di tempat itu mereka dipaksa mengundurkan diri dari CPS. Mereka dituduh telah menggelar rapat gelap dan mencegah karyawan masuk kerja. Marsinah bahkan sempat mendatangi Kodim Sidoarjo untuk menanyakan keberadaan rekan-rekannya yang sebelumnya dipanggil pihak Kodim. Setelah itu, sekitar pukul 10 malam, Marsinah lenyap.
Mulai tanggal 6,7,8, keberadaan Marsinah tidak diketahui oleh rekan-rekannya sampai akhirnya ditemukan telah menjadi mayat pada tanggal 8 Mei 1993.

Awal Kebangkitan
Marsinah telah mati. Mayatnya ditemukan di gubuk petani dekat hutang Wilangan, Nganjuk tanggal 9 Mei 1993. Ia yang tidak lagi bernyawa ditemukan tergeletak dalam posisi melintang. Sekujur tubuhnya penuh luka memar bekas pukulan benda keras. Kedua pergelangannya lecet-lecet, mungkin karena diseret dalam keadaan terikat. Tulang panggulnya hancur karena pukulan benda keras berkali-kali. Di sela-sela pahanya ada bercak-bercak darah, diduga karena penganiayaan dengan benda tumpul. Pada bagian yang sama menempel kain putih yang berlumuran darah. Mayatnya ditemukan dalam keadaan lemas, mengenaskan.
Marsinah adalah sosok perjuangan yang telah dihancurkan oleh sebuah ketakutan dan kecurigaan. Tapi kita tidak bisa mengingkari bahwa jiwanya tidak bisa dipenjara. Jiwanya akan membumbung tinggi untuk berubah menjadi lidah-lidah api yang akan menghanguskan segala bentuk ketidakadilan.
Anak-anak desa yang menemukan Marsinah, dan kita, menjadi saksi. Sekarang atau esok, anak-anak itu dan kita akan terus bersaksi dan bercerita tentang ketidakadilan, tentang gugurnya seorang buruh pejuang, tentang buruh perempuan yang tidak ragu untuk kehilangan nyawanya demi keyakinannya tentang kebenaran.
Proses penyidikan
Tanggal 30 September 1993 telah dibentuk Tim Terpadu Bakorstanasda Jatim untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan kasus pembunuhan Marsinah. Sebagai penanggung jawab Tim Terpadu adalah Kapolda Jatim dengan Dan Satgas Kadit Reserse Polda Jatim dan beranggotakan penyidik/penyelidik Polda Jatim serta Den Intel Brawijaya.
Delapan petinggi PT CPS ditangkap secara diam-diam dan tanpa prosedur resmi, termasuk Mutiari selaku Kepala Personalia PT CPS dan satu-satunya perempuan yang ditangkap, mengalami siksaan fisik maupun mental selama diinterogasi di sebuah tempat yang kemudian diketahui sebagai Kodam V Brawijaya. Setiap orang yang diinterogasi dipaksa mengaku telah membuat skenario dan menggelar rapat untuk membunuh Marsinah. Pemilik PT CPS, Yudi Susanto, juga termasuk salah satu yang ditangkap.
Baru 18 hari kemudian, akhirnya diketahui mereka sudah mendekam di tahanan Polda Jatim dengan tuduhan terlibat pembunuhan Marsinah. Pengacara Yudi Susanto, Trimoelja D. Soerjadi, mengungkap adanya rekayasa oknum aparat kodim untuk mencari kambing hitam pembunuh Marsinah.
Secara resmi, Tim Terpadu telah menangkap dan memeriksa 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan terhadap Marsinah. Salah seorang dari 10 orang yang diduga terlibat pembunuhan tersebut adalah Anggota TNI.
Hasil penyidikan polisi ketika menyebutkan, Suprapto (pekerja di bagian kontrol CPS) menjemput Marsinah dengan motornya di dekat rumah kos Marsinah. Dia dibawa ke pabrik, lalu dibawa lagi dengan Suzuki Carry putih ke rumah Yudi Susanto di Jalan Puspita, Surabaya. Setelah tiga hari Marsinah disekap, Suwono (satpam CPS) mengeksekusinya.
Di pengadilan, Yudi Susanto divonis 17 tahun penjara, sedangkan sejumlah stafnya yang lain itu dihukum berkisar empat hingga 12 tahun, namun mereka naik banding ke Pengadilan Tinggi dan Yudi Susanto dinyatakan bebas. Dalam proses selanjutnya pada tingkat kasasi, Mahkamah Agung Republik Indonesia membebaskan para terdakwa dari segala dakwaan (bebas murni). Putusan Mahkamah Agung RI tersebut, setidaknya telah menimbulkan ketidakpuasan sejumlah pihak sehingga muncul tuduhan bahwa penyelidikan kasus ini adalah "direkayasa".
Di era sekarang mungkin para pekerja pabrik dan sejenisnya tidak seperti Marsinah yang sampai kehilangan nyawa untuk memperjuangkan hak-haknya. Buruh di era sekarang sudah bisa bebas menyampaikan aspirasinya, bahkan dengan menggunakan pengeras suara diberbagai tempat dengan mengendarai berbagai kendaraan berkelas (motor gede) dengan gaji yang bisa dibilang cukup lumayan untuk bisa hidup layak dengan peraturan yang sudah mulai berpihak kepada para pekerja, maka diharapkan pekerja buruh bisa menjadi masyarakat bisa memenuhi kelayakan hidupnya (sandang, pangan dan papan/rumah).
sumber : fpr, wikipedia