Friday, 25 September 2015

3 Model kendaran ini sangat populer di Indonesia dari masa ke masa

Kendaran bermotor jenis niaga sangat populer di Indonesia, kiprahnya pun sangat besar terhadap pertumbuhan ekonomi dari masa ke masa. Berikut ini 3 jenis kendaran bermotor roda 4 yang sangat populer di Indonesia dari tahun 1970 sampai sekarang :

1. Toyota Kijang
Kijang 'Kotak' yang selama ini ada di Indonesia merupakan varian yang lahir pertama di Indonesia. Prototype model tersebut awalnya diperkenalkan dalam acara Jakarta Fair tahun 1975 dan berlanjut pada tahap produksi di tahun 1977.
Nama Kijang 'Kotak' sendiri muncul karena sosoknya yang berbentuk boxy dan begitu sederhana. Selain 'Kotak' ia juga disebut-sebut sebagai Kijang 'Buaya' atau 'Bajul'. Ada juga sebagian orang yang menamakannya Kijang 'Doyok' hanya karena bentuk moncongnya. Seri pertama ini menggunakan mesin 1.2 liter 3K yang dikolaborasikan dengan 4 percepatan transmisi manual.
Ia pertama kali memasuki pasaran Indonesia pada 9 Juni 1977. Hingga perjalannya menempuh tahun 1981, varian ini berhasil dijual hingga 26.806 unit. Selanjutnya, pada tahun yang sama generasi baru yang merupakan seri kedua Kijang mulai diperkenalkan.
Model penyegaran Toyota Kijang bermodel 'Kotak' masih berlanjut untuk generasi selanjutnya dan hanya mendapatkan sedikit mengalami perubahan.
Mesin yang dipakai berganti menggunakan 1.3 liter 4K yang kemudian turut dikembangkan kembali pada tahun 1985 sehingga menjadi 1.5 liter 5K. Pada saat itu, hanya disediakan transmisi 4 percepatan manual.
Selain itu, pada generasi kedua ini ia juga sempat mendapatkan facelift atau perubahan wajah baru yang hanya sedikit transformasi pada framegrille dan headlights.
Memasuki generasi ketiga, ia mulai diperkenalkan pada tahun 1986 dengan model short wheelbase (KF40 series) dan long wheelbase (KF50 series). Seri tersebut selanjutnya dijabarkan sebagai Standard Kijang dan Super Kijang.
Selain wheelbase, perbedaan keduanya terletak pada transmisi percepatan yang ia gunakan. Untuk versi Super Kijang memanfaatkan 5 percepatan manual, sedangkan versi Standard Kijang memakai transmisi 4 percepatan manual.
Selain itu, mulai dari generasi ketiga ini, Toyota sudah mulai mengembangkan sistem Full Pressed Body yang bekerja sama dengan beberapa perusahaan pilihan Toyota. Dari hasil kerjasama tersebut, lahirlah beberapa seri Toyota Kijang anyar dengan model-model bervariasi.
Beberapa nama dari olahan full-pressed body ini diantaranya:
  • Toyota Original Body
  • Standard (SX/KF42 & LX/KF52)
  • Deluxe (SSX/KF42 & LSX/KF52)
  • Grand Extra (SGX/KF42 & LGX, KF52)
  • Kijang Rover (SGX-based model, KF42)
  • Kijang Jantan (LGX-based model, KF52)
  • Kijang Kencana (KF42/KF52)
Pada tahun 1994, Toyota meluncurkan facelift keduanya yang cukup banyak mendapatkan banyak penyegaran. Beberapa elemen yang dirubah contohnya seperti grille baru, New Enkei 14 inchi yang dipasang pada kaki-kakinya, roda kemudi, tachometer bergaya deluxe rim dan penanaman mesin baru berkapasitas 1.8 liter (1.781 cc) berkode 7K-C OHV. Pada Agustus 1995, menjadi momen bersejarah saat Toyota Kijang pertama kali meluncurkan varian matik yang dipasang untuk varian SGX/LGX. Peluncuran model ini bertepatan saat momen ulang tahunToyota sehingga hanya dijual terbatas dan dihargai cukup mahal. Pada saat itu, mobil ini diketahui dibanderol hingga Rp 100 jutaan.

Model keempat menjadi masa-masa peralihan yang membuat tampilan Toyota Kijang semakin modern. Jika Anda pernah mendengar nama Kijang 'Kapsul', nama tersebut sebenarnya berasal dari generasi keempat ini.

  • 7K-C, 1.781cc OHV inline-4, 80 hp / 132 Nm (1997-2000)
  • 7K-E, 1.781cc SOHC EFI inline-4, 87 hp / 140 Nm
  • 1RZ, 1.981cc SOHC EFI inline-4, 100 hp / 158 Nm
  • 2L, 2.381cc diesel inline-4, 84 hp / 160 Nm
Pada generasi keempat ini sudah disediakan mesin diesel yang cukup menarik banyak peminat para konsumen Indonesia. Diketahui juga saat itu bahwa mesin diesel tersebut sanggup memberikan keiritan BBM hingga 14 Km/liter dan sekaligus membuatnya bersaing dengan Isuzu Panther.
Secara detail, generasi keempat Toyota Kijang ini dibagi menjadi dua kelompok yakni long series dan short series. Dari dua grup tersebut kemudian dijabarkan secara detail melalui beberapa varian-varian yang ada di dalamnya sebagai berikut:

Long Series:
  • LX: Standard (tanpa AC, cassette dan tape player, power windows serta tachometer)
  • LSX: Standard Plus (disertai standard AC, cassette dan tape player serta tachometer)
  • LGX: Deluxe (disertai double blower AC, cassette tape/CD player, power windows dan garnish)
  • Krista: Deluxe Sport Edition (sama seperti LGX hanya saja lebih bervariasi untuk pilihan corak seperti biru, hitam, merah, silber dan hijau. Selain itu, seri ini pun juga sudah lengkap dengan aksesoris sporty plus penyegaran desain interior)
  • SX: Standard (tanpa AC, cassette tape playerpower windows serta tachometer)
  • SSX: Standard Plus (disertai standard AC dan cassette tape player)
  • SGX: Deluxe (disertai doubleblower AC, cassette tape/CD player,power windows dan garnish)
Selain itu, juga sempat diluncurkan versi sporty bernama 'Rangga' yang rupanya tidak terlalu impresif di pasaran dan hanya terjual beberapa saja.
Pada tahun 2000, Kijang kembali mendapatkan sentuhan upgrade dengan ditanamkannya mesin baru 2.0 liter yang ditujukan pada seri LGXdan Krista. 
Menurut data dari wikipedia, generasi keempat ini juga sempat mengalami perubahan hingga tiga kali mulai tahun 1997 hingga 2005.
Pada akhir 2004, Toyota melahirkan seri New Kijang yang juga disusul diperkenalkannya Avanza. Model inilah yang sekarang lebih dikenal sebagai Toyota Kijang Innova keluaran pertama.
MPV ini disediakan dengan tiga pilihan dapur pacu yakni 2.0 liter 1TR-FE VVT-i dan 2.7-liter 2TR-FE VVT-i berbahan bakar bensin serta 2.5 liter 2KD-FTV D4-D bertenaga diesel.
Untuk versi Indonesia, pihak Toyota sudah menyediakan varian J, E, G, V dan juga Luxury. Seri terakhir yang kini tengah menjadi andalan Toyota merupakan facelift dari Kijang Innova.
Perubahan wajah ini mulai dari tipe E, sedang tipe terbawah J masih menggunakan wajah model sebelumnya. Untuk sistem keselamatan dual SRS airbag pada model sebelumnya hanya terdapat pada tipe G dan V, tapi karena tipe J tidak mendapat wajah baru maka perubahan yang terjadi hanya dengan menambahkan sistem keselamatan dual SRS airbag.
Sebagai tambahan informasi, bocoran-bocoran mengenai generasi Toyota Kijang Innova juga pernah ramai dibicarakan oleh awak media diperkirakan akan menjadi generasi ke-6. Model inilah yang diberi nama sebagai Toyota Kijang Innova Essential dan kemungkinan akan diluncurkan sekitar tahun 2016 mendatang.
Selain itu, dari beberapa spyshot yang berhasil didapatkan dari sumber India, sempat didapatkan beberapa gambar ketika model baru tersebut sedang dilakukan testing. Hal ini sekaligus menjadi sinyal positif akan hadirnya sosok baru sebagai generasi terbaru nantinya.

2. Mitsubishi New Colt

Mitsubishi New Colt merupakan kendaraan niaga pertama kali diluncurkan pada 1970 dengan produk perdananya, Colt T100. Kemudian pada 1972 Mitsubishi Indonesia melalui PT Kramayudha Tiga Berlian Motors meluncurkan Colt T120 yang merupakan pengembangan dari Colt T100 dan dikenal sebagai raja jalanan. 

Pada 1972, Mitsubishi pun kembali mengeluarkan produk baru berupa Colt Diesel T200. Pada 1995 KTB kembali memperkenalkan produk baru berupa Colt Diesel FE 449 dengan box yang biasa digunakan untuk industri–industri kelas menengah. Lalu pada 2003 Mitsubishi menghadirkan produk unggulan Colt Diesel FE 334, sekaligus menancapkan image kepala kuning di Indonesia. 

Pada 2011, saat usianya mencapai 41 tahun, Colt Diesel yang menjadi market leader kendaraan niaga di Indonesia, semakin memperkokoh posisinya dengan hadirnya “Super Capacity” dengan produknya Colt Diesel FE HD-L. Dengan kehadiran varian terbaru ini, kini Colt Diesel terdiri dari 4 Super, yaitu Super Economical, Super Speed, Super Power & Super Capacity. 

Dengan kehadiran Super Capacity Colt Diesel pun menjadi kendaraan niaga terlengkap yang siap memenuhi kebutuhan konsumen di Indonesia. Hingga kini, Colt Diesel pun telah terjual sebanyak 769.001 unit terhitung sejak tahun 1970 – 2011.

3. Suzuki Carry 
Suzuki Carry adalah truk berukuran kecil (kei truck)  yang diproduksi oleh produsen mobil Jepang Suzuki. Generasi pertama Suzuki Carry adalah varian pickup yang disebut sebagai Suzulight FB, yang diproduksi pada bulan Oktober 1961.

Suzulight FB dirancang dengan bonnetberukuran pendek serta posisi mesin berada di bawah kursi depan.  Tata letak seperti ini biasa disebut sebagai “Semi-Cabover”.

Suzulight FB menggunakan mesin dua silinder –  dua langkah, yang diberi nama sama dengan kode produksi mobilnya yaitu seri “FB”. Kapasitas mesin ini adalah 359 cc (21.9 cu in), dengan system pendinginan menggunakan udara (air cooled), yang sanggup menghasilkan daya 21 hp (16 kW).Kecepatan tertinggi yang dapat dicapai tidak lebih dari 76 km / jam (47 mph). Untuk bagian suspensinya, Suzulight FB menggunakan system rigid dengan per daun, pada bagian depan maupun bagian belakangnya..

Selain varian pickup, pada bulan September 1961 tersedia juga varian “Van” / station wagon dengan nama  Suzulight FBD. Sedangkan varian “Blind Van” (tanpa kaca samping), mulai diproduksi pada bulan Juli 1962.

Generasi kedua Suzuki Carry pickup diberi nama sebagai  Suzulight L20, diproduksi sejak bulan Juni 1965 sebagai pengganti Suzulight FB.  Bentuk bodinya adalah hasil rancang ulang FB, tetapi dengan modifikasi pada rangka ladder-frame, yang kini menggunakan”independently sprung front wheels (dengan batang torsi)”.

Untuk pengganti Suzulight FBD, tersedia Carry Van L20V yang mulai diproduksi pada bulan Januari 1966. Modelnya menggunakan kaca samping model sliding dengan  2 pintu belakang horizontal (horizontally divided two-piece tailgate).

Selain kedua varian tersebut, Suzuki juga menawarkan beberapa varian baru yaitu :
  • Suzuki Carry L21 “Dropside pickup”, yaitu varian dengan bak yang terpisah dengan bagian kabin, untuk meningkatkan kelenturan chassis saat membawa beban yang berat. 
  • Suzuki Carry L20H, yaitu varian pickup dengan kanopi kanvas dan kursi belakang berhadapan agar dapat  memuat 4 orang penumpang.
Generasi kedua Suzuki Carry masih menggunakan mesin dengan output  21 hp, akan tetapi telah dilengkapi dengan system pelumasan CCI (Cylinder Crank Injection) yang dipatenkan oleh Suzuki. Kecepatan tertinggi yang dapat dicapai oleh generasi kedua Suzuki Carry ini justru menurun karena hanya dapat mencapai kecepatan  75 km / jam saja.
Produksi Suzuki Carry generasi kedua berjalan secara pararel dengan Carry L30 dan berakhir pada tahun 1969 saat mulai diperkenalkan Carry L40.





Sumber :

Share this

0 Comment to "3 Model kendaran ini sangat populer di Indonesia dari masa ke masa"