Monday, 14 September 2015

Wow keren !!! 4 orang ini menguasai lebih dari 16 bahasa

Menguasai bahasa asing bukan lah hal yang mudah bagi sebagian orang, namun ada beberapa orang di dunia yang mampu menguasai bahasa bukan cuma 2 atau pun 3 bahasa, bahkan sampai puluhan bahasan dari berbagai belahan dunia mampu ia kuasai. Berikut adalah beberapa orang yang mampu menguasai lebih dari 10 bahasa yang berbeda :

1. Gayatri Wailissa
memang bukan anak gadis biasa, kemampuannya melebihi anak seusianya. Bagaimana tidak? Di usianya yang masih belia ini (16 tahun), dia telah mampu mendunia dengan mengukir banyak prestasi baik di tingkat nasional maupun internasional. Terakhir, Gayatri bahkan menjadi Duta ASEAN untuk Indonesia di bidang anak mewakili Indonesia.
Terlahir dari keluarga sederhana bukan menjadi halangan bagi anak dari pasangan Deddy Darwis Wailissa, seorang perajin kaligrafi dan Nurul Idawaty ini. Keterbatasan materi keluarga tak membuatnya patah semangat. Dia terus menggali segala kemampuan yang ada dalam dirinya. Salah satu mimpi Gayatri adalah menjadi seorang diplomat termuda di Indonesia.
Bakat yang dimilikinya tidaklah sedikit. Gadis ini menguasai banyak kesenian seperti baca puisi, teater, dan drama. Dia juga lihai dalam bermain biola dan menulis. Bukan itu saja, yang paling menakjubkan dari diri gadis belia ini adalah kemampuannya di bidang linguistik. Tak kurang dari 19 bahasa dia kuasai, mulai dari bahasa Inggris, Italia, Spanyol, Belanda, Mandarin, Arab, Jerman, Perancis, Korea, Jepang, Rusia, dan India dikuasainya dengan baik dan fasih.
Menurut Gayatri, kemampuannya mempelajari banyak bahasa asing tidak melalui kursus, tetapi dengan cara yang sangat sederhana yakni mendengar lagu dan menonton film asing, kemudian dia terjemahkan melalui kamus
Namun sayang, mantan duta ASEAN (perhimpunan negara-negara Asia Tenggara) asal Ambon yang menguasai 14 bahasa asing meninggal dunia pada Kamis 23 Oktober 2014 malam. RS Adi Waluyo, Menteng, Jakarta PusatInformasi tim dokter yang menanganinya, Gayatri dibawa ke rumah sakit tersebut dalam kondisi pingsan sehabis melakukan jogging Taman Suropati, Jakarta pada Kamis sore pukul 17.00 WIB.
Setelah dipindai, dokter menemukan telah terjadi pecah pembuluh darah di otak akibat kelelahan berolahraga. Meski telah dioperasi, gadis kelahiran 31 Agustus 1995 masih dalam kondisi koma dan secara resmi dinyatakan meninggal dunia oleh tim dokter pada pukul 19.00 WIB.

2. Ali Pirhani
Di tahun 1990 Ali Pirhani baru berusia lima tahun. Setiap hari ia ikut ke tempat ayahnya bekerja di makam Ibnu Sina yang ada di kota mereka, Hamedan di kawasan baratlaut Iran.

Ibnu Sina yang punya nama asli Abu Ali Al Husyain Ibn Abdullah Ibn Sina lahir di penghujung abad ke-10 di Afshana, sebuah kota di dekat Bukhara yang kini merupakan bagian dari Uzbekistan. Dikenal sebagai peletak dasar ilmu kedokteran modern, filsuf itu meninggal dunia pada 1037 dan dimakamkan di Hamedan.
Selama masa hidupnya, Ibnu Sina menulis sekitar 450 artikel dengan berbagai subjek dan topik mulai dari kedoketran, astronomi, kimia, geologi, psikologi, studi Islam, matematika, fisika, hingga puisi. Dari jumlah itu sekitar 240 artikel dan naskah dapat diselamatkan hingga kini.
Karya-karya Ibnu Sina menyebar hingga ke belahan bumi Barat, dimana ia dikenal dengan nama Avicenna, dan sumbangan besarnya pada ilmu pengetahuan, terutama dunia kedokteran, diakui seluruh dunia. Setelah Ibnu Sina meninggal dunia, makamnya di Hamedan ramai dikunjungi turis dari berbagai belahan dunia hingga sekarang.
Di makam Ibnu Sina itulah untuk pertama kali Ali Pirhani kecil berinteraksi dengan orang-orang yang mengunjungi makam Ibnu Sina dari belahan lain bumi. Dari sekian banyak turis yang mengunjungi makam Ibnu Sina, Ali Pirhani kecil tertarik pertama kali pada turis Prancis. Ia dengan tekun mendengarkan turis-turis dari Prancis itu berbicara di antara mereka, sambil diam-diam mempelajari bahasa mereka. Bungsu dari tiga bersaudara yang lahir di tahun 1985 itu hanya membutuhkan waktu enam bulan untuk menguasai dan dapat berkomunikasi dengan sangat baik dalam bahasa Prancis.
Selanjutnya, di usia yang terbilang muda, hanya enam tahun, Ali Pirhani sudah menjadi tour guide bagi turis dari Prancis yang mengunjungi makam Ibnu Sina.
"Saya baru berusia lima tahun ketika diajak ayah saya mengunjungi makam Ibnu Sina setiap hari. Di sana saya bertemu dengan turis Prancis. Saya berusaha bisa mendekati mereka dan mendengarkan bahasa yang mereka gunakan, dan memberanikan diri berbicara dengan mereka," cerita Ali Pirhani.
Setelah 21 tahun berlalu sejak pertemuan pertama dengan turis-turis Prancis di makam Ibnu Sina, kini Ali Pirhani dikenal sebagai salah seorang hyperpolyglot. Di usianya yang baru 26 tahun, ia menguasai 19 bahasa asing. Diantaranya bahasa Jerman, Spayol, Italia, Hindi, Swedia, Romania, Rusia, Arab, Hebrew, Turki, Portugis, Esperanto, Finlandia, China, Latin dan Yunani.
Ali Pirhani meraih gelar sarjana sastra Inggris di usia 22 tahun. Tiga tahun kemudian ia telah mengantongi gelar doktor bidang hukum internasional. Karena ingin menularkan kemampuannya kepada publik Iran maupun masyrakat dunia, Ali Pirhani mendirikan Polyglot Center. Di lembaga ini ia mengembangkan metode pengajaran bahasa secara elektronik atau e-learning. Di Asia, terutama Iran, Irak dan Tajikistan, Polyglot Center memiliki tak kurang dari 5.000 murid. Sementara di kawasan Eropa murid Polyglot Center sekitar 3.000 orang. Metode e-learning yang dikembangkan Ali Pirhani memungkinkan seseorang memiliki kemampuan yang tinggi untuk mempelajari bahasa-bahasa asing.
"Saya tidak pernah memiliki guru (untuk mempelajari bahasa asing). Saya tidak pernah mengambil kelas khusus," ujarnya lagi.
Menurut Ali Pirhani, kunci di balik kemampuannya mempelajari begitu banyak bahasa asing adalah kedisiplinan dan ketertarikan. Disiplin, menurutnya, adalah keahlian tersendiri yang membuat seseorang dapat mengerjakan beberapa hal sekaligus dengan hasil yang optimal.

3. Timothy Doner
Menguasai bahasa asing bukanlah sesuatu yang mudah bagi banyak orang. Untuk menguasai bahasa Inggris saja, butuh waktu bertahun-tahun untuk mempelajarinya agar kita bisa menguasainya dengan baik. Perlu kesabaran ekstra ditambah ketekunan yang luar biasa bagi seseorang agar bisa menguasai bahasa asing. Dan banyak orang juga yang walaupun sudah belajar beberapa tahun masih saja tak bisa lancar berbahasa yang ia pelajari tersebut, bahkan hanya untuk bahasa sehari-harinya pun tidak sanggup.

Namun hal diatas tidak berlalu bagi Timothy Doner. Remaja yang baru menginjak usia 16 tahun ini sudah bisa mempergunakan 20 bahasa, dengan gaya medleynya.

Hal ini bisa dilihat dengan video yang diunggah di Youtube
Dari video tersebut dapat diketahui bahwa Timothy mempergunakan berbagai bahasa, yakni English, French, Hausa, Wolof, Russian, German, Yiddish, Hebrew, Arabic, Pashto, Farsi, Chinese, Italian, Turkish, Indonesian, Dutch, Xhosa, Swahili, Hindi, Ojibwe.
Timothy sendii mengaku bahwa diapun memiliki tingkatan tersendiri untuk berbagai bahasa yang ia kuasai. Dari banyak bahasa yang dia bisa, masih ada beberapa bahasa yang masih perlu latihan serius untuk menguasainya.
"Saya dalam tingkatan yang berbeda dalam setiap bahasanya," ujarnya. 
Walau pengucapannya masih terbata-bata dan lebih mirip dengan logat bahasa melayu, Timothy dia berbicara soal pengalamannya ketika makan Nasi Lemak. Dan dia berniat untuk belajar bahasa Sunda.
"Aku sedikit tentang sejarah Indonesia dan Bahasa Indonesia di musim panas. Tapi aku sekarang mau mempelajari Bahasa Sunda atau Bahasa Melayu karena itu bahasa sangat mirip,".
"Oh tadi malam aku pergi ke restoran Malaysia dan aku makan nasi lemak. Nasi lemak yang adalah nasi dengan kelapa dan pandan. Aku tak tahu kalau orang-orang Indonesia makan masakan ini tapi itu sangat enak," Ujar Timothy.
Sebenarnya masih banyak orang di dunia ini yang mempunyai kemampuan seperti Timothy Doner. Tetapi kemampuan yang biasa disebut Polyglot ini biasanya dimiliki oleh orang-orang yang memang sudah menginjak usia kepala tiga. Jadi, fenomena seorang remaja 16 tahun yang bisa menguasai belasan lebih bahasa didunia ini merupakan hal yang luar biasa.

4. Ioannis Ikonomou
Pernahkah Sobat mendengar istilah polyglotisme? Yap, polyglotisme ialah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam menguasai berbagai bahasa di dunia. Orang dengan kemampuan seperti ini dinamakan polyglot. Untuk disebut sebagai polyglot setidaknya seseorang harus menguasai lebih dari 4 bahasa.
Di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki kemampuan luar biasa ini. Salah satu polyglot yang masih hidup dan menguasai bahasa terbanyak ialah Ioannis Ikonomou. Ia adalah penerjemah resmi untuk European Commision. Ioannis menguasai 32 bahasa.
Bahasa pertama yang ia pelajari adalah bahasa Inggris, karena ia sebenarnya berbahasa ibu Yunani. Ioannis mempelajari bahasa Inggris di usia 6 tahun, lantas ia meneruskannya ke bahasa Jerman dan Italia, dan seterusnya, hingga kini totalnya sudah 32 bahasa yang ia kuasai.
Bahasa-bahasa yang dikuasai oleh Ioannis antara lain, Inggris, Jerman, Italia, Polandia, Rusia, Turki, Arab, China, dan bahasa-bahasa kuno seperi Sansekerta, Bahasa Persia Kuno, Hittite, Gothic, Latin dan masih banyak lagi.
Cara Ioannis belajar bahasa ialah dengan banyak bepergian ke sebuah Negara, makan makanan khas Negara tersebut dan banyak membaca dalam bahasa Negara tersebut. Kini Ioannis tengah mempelajari Bahasa Amharic, bahasa Afrika paling tua.

Berikut Video Gayatri Wailissa :

Yuk, semangat terus belajar bahasa! Kalau kamu, sudah bisa berapa bahasa? ^_^

Sumber :
https://indonesiaproud.wordpress.com/2014/04/07/gayatri-wailissa-gadis-16-tahun-yang-menguasai-19-bahasa/
http://www.rakyatmerdekaonline.com/news.php?id=44231
http://www.engkas.com/2013/03/wow-bocah-ini-mampu-menguasai-20-bahasa.html
http://annida-online.com/pria-ini-paham-32-bahasa.html
http://news.liputan6.com/read/2124230/jantung-gayatri-wailissa-masih-berdetak-usai-dinyatakan-meninggal

Share this

0 Comment to "Wow keren !!! 4 orang ini menguasai lebih dari 16 bahasa"